Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
5 Fakta Unik Tentang Anak Kembar

5 Fakta Unik Tentang Anak Kembar

Kelahiran bayi kembar selalu menyisakan misteri dan keajaiban. Secara medis, kelahiran bayi kembar sudah bukan lagi menjadi misteri. Ada penjelasan ilmiah mengapa ada kelahiran dua atau lebih manusia yang secara fisik sangat mirip (identik) ataupun tidak (tidak identik).

Benarkahmbari kembar dapat bicara dengan bahasa yang hanya mereka mengerti? Temukan jawabannya di bawah. ;


1. Fingerprints
Biasanya kita akan berpikir kembar identik akan sama juga sidik jarinya, karena DNA nya yang hampir sama. Well, nggak selamanya benar, sih. Sidik jari tidak semata-mata berhubungan dengan DNA. Fingerprints mereka yang awalnya sama, akan berubah setelah minggu ke 6-13 kehamilan.

2. Serupa tapi tak sama
Kalau diperhatikan dengan seksama, ternyata ada perbedaan anak kembar yang satu dengan yang lainnya. Misalnya si A mempunyai

Asal Usul dan sejarah Halloween.


Berhubung hari ini (31 Okt) di halaman utama google searchtema gambarnya adalah Halloween, so gak ada salahnya saya post tentang asal usul Halloween. Berdasarkanwikipedia, Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dimana terutama tradisi ini dirayakan di Amerika Serikat. Halloween dirayakan anak-anak dengan menggunakan kostum yang menyeramkan dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah para tetangga untuk meminta permen atau cokelat sambil berkata, “Trick or treat..!”.
All Hallows'Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf "n" di akhir kata Halloween berasal dari kata even.  Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints' Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.
Ucapan tersebut adalah semacam ancaman, yang memiliki arti “Beri kami (permen) atau kami jahili..!”. Namun, di jaman sekarang ini anak-anak tidak lagi jahil rumah yang tidak memberikan apa-apa padanya. Tetapi ada juga sebagian anak-anak yang menjahili rumah orang-orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon yang berada di depan rumah mereka dengan tisu toilet, atau menulisi jendela dengan sabun.
Kemudian, sejarah Halloween itu sendiri berasal dari festival yang dirayakan oleh orang Kelt (penduduk Eropa Tengah) zaman kuno. Festival ini untuk perayaan akhir tahun musim panen, atau disebut dengan ‘Tahun baru Kelt’. Orang Kelt secara turun temurun yang menganut Paganisme (kepercayaan/praktek spiritual penyembahan terhadap berhala) menggunakan kesempatan untuk melakukan festival dengan menyembelih hewan ternak serta menimbun makanan untuk musim dingin.
Bangsa Gael (Suku asli Irlandia kuno) percaya bahwa setiap tanggal 31 Oktober, pembatas dunia antara orang mati dan orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.
Selain itu, simbol Halloween yang diketahui secara universal adalah buah labu yang diukir membentuk wajah menyeramkan, yang biasanya disebut dengan Jack-o’-lantern, dan di dalam Jack-o’-lantern biasanya diletakkan lilin yang menyala atau lampu agar terlihat lebih seram jika di tempat gelap. Di Amerika Serikat itu sendiri, Jack-o’-lantern biasanya diletakkan di depan pintu masuk rumah jika hari sudah mulai gelap.

Korban Ebola yang Mati Hidup Lagi ?

Zombie rasanya hanya ada pada game dan film-film fiksi saja. Jika kamu adalah seorang yang sangat menggemari film-film Amerika, pasti kamu pernah menonton film atau serial TV Amerika yang berjudul The Walking Dead. Film tersebut adalah serial horror drama mengenai kehidupan pasca kiamat di mana Bumi dipenuhi oleh para zombie yang mengancam kehidupan manusia.

Dalam film tersebut Zombie digambarkan sebagai sosok yang mengerikan dari jazad orang yang sudah meninggal kemudian bangkit lagi sebagai zombie yang berkeliaran mencari mangsa untuk menyantap otak manusia. Mengerikan bukan? Hal ini hanya ada di dalam film-film horror saja. Tapi, bagaimana jika hal itu benar-benar ada di dunia nyata? pasti banyak yang berkata 'ah, gak mungkin!'



Tapi, baru-baru ini hal ini memang benar-benar terjadi. Dikabarkan bahwa ada dua orang yang telah meninggal karena terjangkit virus Ebola kembali bangkit dari kematiannya dan dikabarkan menjadi zombie.

Dua orang tersebut adalah Dorris Quoi dan Ma Kebeh, mereka adalah pasien karena terjangkit penyakit Ebola yang baru-baru ini memang menjadi penyakit yang paling mengerikan di dunia.

Baca : Seputar Penyakit Ebola

Dorris Quoi dan Ma Kebeh yang sudah dinyatakan meninggal dunia, ternyata membuka mata ketika hendak di makamkan. Hal ini tentu saja membuat warga menjadi panik dan ketakutan. Dikabarkan sebelum meninggal, Kebeh sempat ada di luar rumah selama dua hari tanpa makanan dan obat.

Rupanya Ebola sendiri memang sudah menimbulkan banyak rumor dan desas-desus aneh di sana. Bahkan ada seorang dokter yang yakin bisa menyembuhkan pasien Ebola tetapi akhirnya tewas. Sejauh ini, Ebola memang menjadi virus mematikan di kawasan Afrika bagian barat. Ada 5.800 korban yang terjangkit virus ini dengan angka kematian menyentuh 2.800 orang.

Dari kasus zombie ebola ini, publik dunia menjadi geger lantaran ada dua orang yang sudah meninggal tapi bangkit lagi. Banyak yang beranggapan bahwa fenomena zombie ini memang benar-benar ada di dunia nyata. Bagaimana menurut kamu?

Sejarah Headset dan Bahaya Penggunaannya

Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer, misalnya untuk VoIP. Teknologi headset sudah merambah ke dunia komunikasi, khususnya teknologi handphone.


 





Sejarah Penemuan Headset
Headset diciptakan pertama kali pada tahun 1910 oleh Nathaniel Baldwin, mahasiswa Universitas Stanford. Namun penemuannya ini tidak langsung menjadi perhatian publik, karena seperti layaknya penemu-penemu pada zaman itu, Baldwin tidak mampu menemukan orang yang berminat untuk memproduksi temuannya secara massal.

 
 
 
 
 
 
Perkembangan Headset
Alat dengar telinga untuk telepon sebenarnya sudah ada sejak abad ke-20. Di tahun 1986, terdapat teknologi pengurangan gangguan suara dengan mengembangkan headset untuk melindungi pendengaran pilot dari kebisingan. Ketika itu, juga terkenal produksi ear canal earphones dengan active noise control untuk pertama kali. Setelah itu, hanya alat sensitive earphone tersebut satu-satunya cara untuk mendengar sinyal audio sebelum amplifier dikembangkan.
Pada Perang Dunia I, angkatan bersenjata Amerika mengetahui penemuan Baldwin dan memproduksi 100 headset untuk pilot mereka yang akan digunakan untuk keperluan perang. Oleh karena itu penggunaan awal dan pasar untuk headset terutama untuk tujuan penerbangan.
Semenjak itulah masyarakat mulai sadar dengan teknologi ini, bahkan pada 1961 headset dipakai dalam kokpit pesawat terbang. Para pilot menyukainya karena headset ini ringan dan nyaman dipakai. Headset pertama kali digunakan untuk pesawat telepon pada tahun 1970. Pada awal 2000, bersamaan dengan berkembangnya telepon selular, headset jenis nirkabel berbasis teknologi Bluetooth mulai populer dipakai.
Selama tahun 1990 dan 2000 headset menjadi tipe yang paling digemari untuk alat musik pribadi. Dan tahun 1919, sensitive earphone ini digunakan umumnya untuk radio. Keadaannya belum sebagus sekarang. Gangguan/noise masih banyak dan kualitas suaranya pun masih kasar/mentah. Dahulu ketika menggunakan radio, headset harus disambungkan ke terminal baterai yang bertegangan volt tinggi dan terminal baterai di tanah. Penggunaan koneksi listriknya pun tidak nyaman bagi pengguna karena menggagetkan.

Penggunaan Headset
Headset umumnya tidak mahal dan didukung sebagai alat yang praktis dibawa-bawa dan menyenangkan banyak orang, tetapi headset tidak dilengkapi dengan isolasi karena tidak dapat mengirimkan tingkat dinamika yang sama sehingga headset lebih sering digunakan di volume suara yang tinggi. Hal ini dapat pula meningkatkan risiko tinggi akan bahaya fungsi pendengaran.
Headset dapat digunakan untuk hiburan seperti CD, DVD player, home theater, video games, komputer, dan lain-lain. Juga digunakan di portable device seperti digital audio player/mp3 player, handphone, dan lain-lain. Headset juga digunakan untuk di stasiun-stasiun TV sebagai alat pengantar pesan dari direktur acara ke presenter atau kru TV lainnya. Sehingga komunikasi tercapai tanpa didengar pihak-pihak lain. Bisa juga di studio rekaman dengan ruang kedap suara agar tidak ada noise lain yang terdengar.

Keuntungan Penggunaan Headset
Dengan adanya headset, orang-orang lebih dapat mendengarkan suara secara bebas. Bisa dengan berapa pun tingkat volumenya atau mendengarkan suara apa saja, kapan saja, dan dimana saja. Privasi masing-masing individu pun terjaga. Keuntungan lainnya adalah kedap suara. Suara dari luar tidak masuk mengganggu dan demikian pula sebaliknya. Sound isolating earphone pun sangat berperan di sini selain dari privasi.
Dampak Buruk Penggunaan Headset
 
Terlalu sering menggunakan atau terlalu memaksa untuk memakai headset akan menyebabkan kerusakan gangguan pendengaran bahkan sampai pada tahap tuli. Apalagi biasanya headset digunakan dengan diset sekeras-kerasnya untuk melawan noise dari luar yang biasanya kita gunakan di tempat-tempat ramai/bising. Hal ini sangat berisiko tinggi.
Ketulian sudah dapat menyerang orang semakin dini. Awal-awalnya telinga yang sering menggunakan headset tidak terasa apa-apa tetapi ketika hendak mencabut headset, telinga terasa panas dan berdengung hebat. Hal ini terjadi akibat kelelahan koklea (rumah siput), yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kelelahan koklea yang terjadi terus-menerus dan tak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang permanen.
Untuk orang dengan pendengaran normal, audiogram terletak antara nol dan 20 desibel. Di atas angka itu, artinya kondisi telinga sudah tidak baik lagi. Hanya dapat diobati dengan terapi hiperbalik (memberi obat-obatan khusus) agar tingkat ketuliannya berkurang, tetapi pengobatan ini hanya mengurangi gangguan dan bukan menyembuhkannya. Hal ini karena bagian telinga yang rusak adalah sel rambut pada organ telinga bagian dalam yang berfungsi menangkap rangsangan atau frekuensi suara. Bila bagian ini sudah terganggu dan rusak, maka tidak akan bisa kembali normal lagi.
Selain itu, jangan menggunakannya saat mengemudi atau di jalan raya yang berisik. Ini akan membuat pengguna tidak mendengar suara peringatan dari orang atau mobil yang lain, yang kemungkinan besar dapat menyebabkan kecelakaan. Self-awareness (tinggkat kesadaran diri) dari penggunanya pun akan menurun karena pengalihan konsentrasi kita dari lingkungan sekitar dan jalan ke suara dari headset. Keseimbangan badan pun bisa kacau karena tekanan udaranya mempengaruhi keseimbangan badan ketika kita menggunakan headset di jalan atau sedang menyetir.
ALASAN KENAPA KAKI DAN KETIAK GAMPANG GELI

ALASAN KENAPA KAKI DAN KETIAK GAMPANG GELI

Ketiak dan telapak kaki hampir sebagian besar orang menjadi bagian tubuh yang paling tidak tahan geli. Kenapa dua bagian ini paling sensitif dan tidak tahan jika digelitik atau disentuh?

Beberapa orang mungkin memiliki bagian sensitif yang berbeda, karena pada titik tersebut menghasilkan refleks geli dengan derajat yang bervariasi atau bahkan tidak sama sekali. Seseorang mungkin memiliki daerah sensitif dimana orang lain tidak merasakan apapun.

Telapak kaki dan ketiak merupakan dua daerah dalam tubuh yang paling sensitif bagi kebanyakan orang. Hal ini karena pada telapak kaki memiliki konsentrasi Meissnerâ??s corpuscles yang lebih tinggi. Ujung dari saraf ini akan membuat telapak kaki memiliki kadar geli yang lebih tinggi daripada bagian tubuh lainnya, seperti dikutip dari health.

Biasanya tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.

Hal yang sama juga berlaku pada bagian tubuh yang geli lainnya seperti leher. Karena tidak ada perlindungan dari tulang, maka secara otomatis seseorang akan bereaksi ketika daerah tersebut disentuh oleh orang lain. Sebagai tambahan, saraf reseptor yang dekat dengan permukaan kulit akan membuat sensitifitasnya makin tinggi.

Selain itu, leher juga mengandung bagian-bagian penting. Seperti karotid yang akan memasok darah ke otak serta batang leher yang membawa udara ke paru-paru juga terletak dibagian depan leher.

Peneliti juga menunjukkan bahwa cerebellum (otak kecil), yang merespons sentuhan akan menunjukkan aktivitas yang lebih saat diberi sentuhan yang mendadak dibandingkan dengan sesuatu yang telah diantisipasi. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens. Makanya seseorang tidak akan pernah berhasil menggelitik diri sendiri.

Seseorang yang tertawa saat digelitik dipengaruhi oleh faktor sosial, karena orang akan tertawa jika yang melakukan sentuhan tersebut adalah seseorang yang dekat atau sudah merasa nyaman satu sama lain seperti orang tua, sahabat, atau teman. Namun, jika yang melakukannya adalah orang lain, responsnya bukan tertawa tapi bisa saja menjadi marah. itulah beberapa Alasan Kenapa Kaki dan Ketiak Gampang Geli
Asal Usul Kantong Kecil yang Menyelip pada Celana Jeans

Asal Usul Kantong Kecil yang Menyelip pada Celana Jeans

Jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Jeans biasa dipakai oleh angkatan laut. Celana yang biasa disebut orang Perancis dengan “bleu de Génes“, yang berarti biru Genoa ini, meski pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, pria yang mencoba mencari nasib baik ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.