Tampilkan postingan dengan label Tokoh Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Komputer. Tampilkan semua postingan

Reynold B. Johnson : Bapak disk Drive

Biografi Reynold B. Johnson Penemu Hard Disk KomputerReynold B. Johnson lahir di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, tahun 1906. ia merupakan penemu dari hardisk dan disebut sebagai "father of disk drive". Sesungguhnya, masa kecil dan masa remaja Reynold jauh dari urusan komputer. Di situ pula ia makan bangku sekolahan. Kuliah di University of Minnesota, dia mengambil jurusan administrasi pendidikan. Setelah menuntaskan gelar sarjananya tahun 1929, Johnson mengajar di sebuah sekolah menengah di Ironwood, Michigan. Di sana jadi guru ilmu pengetahuan alam dan matematika. Sekuat tenaga, Pak guru Johnson mencari cara agar matematika yang rumus-rumusnya bikin mumet para murid, bisa lebih mudah dimengerti.

Pernah juga di suatu saat, dua orang siswa tertangkap basah mencuri sebuah radio sekolah. Keduanya dijatuhi hukuman. Selama masa hukuman itu mereka dibimbing Johnson. Sang guru mengubah hukuman itu menjadi sesuatu yang berguna. Saban hari Reynold membimbing keduanya membuat alat eksperimen. Hingga di akhir masa hukuman, dua murid ini sukses menciptakan alat untuk memeriksa lembar ujian yang menggunakan sistem pilihan berganda alias multiple choice. Meski lihai mendidik murid, karir mendidik Johnson gagal total di tengah jalan. Empat tahun mengajar di sekolah, sang guru malah dipecat. Peristiwa inilah yang tak hanya mengubah hidup Pak Guru Johnson, tapi juga mengubah sejarah sistem penyimpan data. Johnson memanfaatkan waktu luangnya untuk mematangkan mesin pemeriksa ujian multiple choice tadi. Hasilnya digadang ke beberapa sejumlah perusahaan, termasuk IBM. Akhirnya, hanya setahun menjadi pengangguran, pada tahun 1934, Johnson diangkat menjadi menjadi engineer di IBM.

Ia ditempatkan di laboratorium IBM di Columbia University dan Endicott, di New York. Tugasnya cuma satu: mengembangkan mesin pemeriksa lembar ujian multiple choice. Mesin ini mampu membaca goresan pensil di lembar jawaban, lalu secara otomatis menghitung dan membeberkan hasil akhir penilaian secara visual. Ide membuat mesin ini memang tidak datang begitu saja. Sejak bocah, Johnson tahu betul tentang sifat listrik dari pensil nomor 2 (semacam pensil 2B), yang sering digunakan oleh murid-murid untuk ujian. Johnson ingusan, suka iseng menghidupkan mesin mobil Ford T milik kakak perempuannya, dengan cara menggosok-gosokan busi dengan pensil tadi. Dari situlah, Johnson mulai menyadari kandungan magnetik dari pensil itu, yang kemudian bisa dideteksi oleh mesin pemeriksa lembar ujian ciptaannya. Mesin yang diberi nama IBM 805 itu, kemudian diproduksi hingga ribuan unit pada 1937. Setidaknya, hingga dekade 1970-an, IBM 805 masih digunakan secara luas.

Episode berikutnya dari karir Johnson, bermula saat para petinggi IBM menyadari kebutuhan terhadap sistem penyimpanan data yang bakal meningkat pesat. Itu sebabnya, tahun 1952, perusahaan itu mengirim Johnson ke San Jose, California untuk membentuk tim yang diberi tugas yang maha berat. Mencari sebuah sistem penyimpanan data yang cepat dan handal. Di tempat barunya, Johnson melanjutkan penelitian yang telah dimulai oleh tim riset IBM di Columbia. Salah satunya adalah mesin penyimpanan Random Access Memory (RAM). Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses dan mencari data dengan lebih cepat. Di masa itu, biasanya data disimpan di kartu plong atau pita magnetik (magnetic tape). Cara ini amat njelimet. Memerlukan waktu bermenit-menit mencari data yang diinginkan. Awalnya, Johnson yang dibantu 15 orang stafnya, memusatkan diri pada pengembangan sistem penyimpanan berbentuk silinder alias rotating drum. Pada masa itu, media penyimpanan model begini sedang luas dikembangkan.

Biografi Reynold B. Johnson Penemu Hard Disk Komputer
Belakangan, tim ini lebih tertarik pada penyimpanan berbentuk piringan cakram yang dikembangkan oleh Jacob Rabinow dari National Bureau Standard. Alasannya sederhana. Di benaknya, penyimpanan cakram lebih mudah dikembangkan, lebih dapat diandalkan, dan juga irit biaya. Itu sebabnya semua tenaga dikerahkan ke proyek ini. Hasilnya luar biasa. Di ujung tahun 1955, mereka sukses membuat penyimpan cakram keras yang diberi nama IBM 350. Cakram keras ini merupakan bagian dari sistem komputer bernama RAMAC 305 (bedakan dengan sistem penyimpannya, yang bernama IBM 305). RAMAC sendiri merupakan kependekan dari Random Access Method of Accounting Control, yaitu sistem yang mampu menyediakan akses data yang cepat bagi penggunanya di masa itu. Tidak seperti cakram keras yang dijumpai di pasaran saat ini, IBM 350 itu jauh lebih bongsor. Besarnya setara dengan dua buah kulkas yang berderet. Bobotnya pun tak tanggung-tanggung, satu ton. Itu karena, ia terdiri 50 buah cakram berdiagonal 24 inci (sekitar 60 cm), yang ditumpuk-tumpuk. Kapasitas penyimpanannya? Sekitar 5 megabyte data.

Bila dipakai untuk menyimpan file musik berformat MP3, IBM 350 hanya bisa memuat satu file lagu, yang kurang lebih, berdurasi 5 menit. Coba bandingkan dengan cakram keras teranyar dari
Biografi Reynold B. Johnson Penemu Hard Disk KomputerSeagate, yang baru diluncurkan pertengahan tahun ini. Dengan ukuran 3,5 inci (sekitar 9 cm), ia sudah mampu memuat data sebesar 1,5 terabyte, atau 314.000 kali lebih banyak dari kapasitas penyimpanan IBM 350. Walau hanya mampu menyimpan 5 megabyte data, tapi kapasitas sebesar itu merupakan lompatan yang fenomenal di masanya. Piringan cakram IBM 350 yang dibuat Johnson, mampu berputar sekitar 1200 putaran per detik (RPM). Ia memiliki dua head (piranti pembaca data) untuk membaca dan menulis data (read/write) dalam hitungan detik atau milidetik. Akhirnya, pada 1956, IBM 350 mulai diperkenalkan sebagai cakram keras komersial pertama di dunia.

Johnson pernah sedikit mengenang masa-masa yang menentukan saat bekerja di IBM. Menurutnya, ketika itu, ia mengambil dua keputusan yang paling tepat dalam hidupnya. Pertama, keputusan untuk mendalami riset di bidang penyimpanan random-access. Yang kedua, saat ia memutuskan untuk berkonsentrasi pada riset penyimpanan data pada media cakram. "Belakangan, saya mengetahui bahwa beberapa orang di negara ini (Amerika Serikat) juga mengembangkan penelitian yang sama dengan konsep yang saya miliki. Hanya saja, mereka melakukan penelitian di berbagai media lain, seperti kabel, gulungan pita, dan lain-lain," ujar Johnson.
10 Fakta tentang Reynold B Johnson
  1. Mulanya IBM sempat menolak konsep mesin pemeriksa lembar ujian karya Johnson. Tapi di belakang hari, perusahaan itu melihat potensi bisnis mesin tersebut dan merekrutnya sebagai karyawan.
  2. Mesin ciptaan Johnson itu diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sangat membantu mereka dalam menempatkan banyak orang dalam berbagai jabatan yang tepat.
  3. Johnson merupakan salah satu penemu yang paling produktif di IBM. Ia juga banyak berkontribusi di bidang pembacaan data dari kartu plong (punch card).
  4. Johnson memiliki tak kurang dari 90 temuan yang telah ia patenkan selama karirnya. Artinya, selama hidupnya, rata-rata Johnson membuat sebuah penemuan baru dalam satu tahun.
  5. Pada 1971, American Society of Mechanical Engineers (ASME) menganugerahkan Johnson penghargaan Machine Design Award.
  6. Tahun 1992, organisasi profesi insinyur elektro sedunia, IEEE, mengabadikan nama Johnson pada satu kategori penghargaan khusus untuk pengembangan teknologi penyimpanan data (Reynold B Johnson Award).
  7. Lab kecil Johnson di pinggiran San Jose, kini sudah membengkak menjadi sebuah instalasi raksasa seluas 144 hektar, dengan lebih dari enam ribu orang berkutat di dalamnya. San Jose kini juga telah berubah menjadi pusat pengembangan cakram keras.
  8. Teknologi micronograph yang dikembangkan Johnson, digunakan oleh perusahaan mainan Fisher's Price pada mainan "Talk to Me Books", di mana, anak-anak bisa menggunakan alat penunjuk gambar atau kata, untuk mendengarkan cerita. Belakangan, alat ini mendapat penghargaan "Toy of the Year".
  9. Tahun 1998 Johnson meninggal karena penyakit Melanoma (kanker kulit).
  10. Di akhir hayatnya, Johnson masih tetap penuh ide dan inovasi. Saat meninggal ia masih mengerjakan proyek kodifikasi karakter Cina yang belum rampung.

Kesuksesan Johnson tak semata-mata karena kejelian visinya. Menurut Jack Kuehler --orang yang mengangkat Johnson menjadi karyawan dan belakangan menjadi President IBM-- memberikan kesaksian tentang sikap hangat yang dimiliki Johnson. "Johnson adalah orang yang selalu mencari ide-ide baru. Saat berada di timnya, kau akan merasa bahwa dia adalah figur seorang ayah, yang akan menjadi tutor dan selalu bersedia membantu. Kau akan merasa bahwa ia bekerja lebih baik, dan akan menantangmu untuk mencapai konsep dan kreativitas yang lebih tinggi dari sebelumnya," ujar Jack. Tentang pribadi ayahnya, salah satu anak Johnson, Philip, berkomentar bahwa Johnson adalah ayah yang lembut, baik hati, dan tak suka pamer. "Dari sekian banyak penemuan yang ia capai, ia tidak pernah berusaha menonjolkan dirinya," kata Philip. Johnson pensiun dari IBM pada tahun 1971, dan mendirikan sebuah perusahaan konsultan Education Engineering Associates, yang berlokasi di Palo Alto. Di perusahaannya itu, Johnson sempat mengembangkan teknologi micronograph yang memungkinkan seseorang untuk mendengarkan rekaman audio melalui sebuah tulisan atau gambar di buku.

Johnson, bekerja sama dengan Sony mengembangkan teknologi penyimpanan video yang dapat memuat data dua kali lipat lebih besar dibandingkan pita video normal saat itu. Penemuan ini kemudian juga menjadi cikal bakal teknologi Video Camera Recorder. Atas berbagai jasanya, pada tahun 1986, Johnson mendapat banyak penghargaan. Termasuk di antaranya penghargaan National Medal of Science dari Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan. Selasa, 15 September 1998, Johnson tutup usia di umurnya yang 92 tahun. Dia meninggalkan seorang istri bernama Beatrice, dan dua orang putra, Philip dan David. Juga meninggalkan warisan yang memudahkan Anda menyimpan data, Hard Disk Drive.
Penemu Bluetooth

Penemu Bluetooth

Bluetooth Mengadopsi Nama Raja. Lebih dulu popular sebagai salah satu fitur ponsel, Bluetooth sesungguhnya merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi nirkabel(WPAN). Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat seperti PDA, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat.
Nama Bluetooth sendiri diambil dari nama seorang raja di Denmark yang bertakhta pada abad ke 10, yakni raja Harald Bluetooth. Pada masa hidupnya, raja tersebut aktif berdiplomasi memfasilitasi perundingan-perundingan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa. Para penemu teknologi Bluetooth menganggap nama belakang raja tersebut sesuai dengan sifat teknologi nirkabel itu.
Spesifikasi Bluetooth pertama kali dikembangkan oleh Ericsson, yang saat ini menjadi Sony Ericsson dan Ericsson mobile Platforms. Bluetooth kemudian diresmikan oleh Special Interest Group (SIG), yang berdiri pada 20 mei 1999. organisasi terssebut didirikan oleh sony ericsson, IBM, Intel, Toshiba dan Nokia.
Sebagai standar radio dan protocol komunikasi, bluetooth dirancang untuk bekerja hemat daya, dengan daya jangkau pendek, berbasis transceiver microchip murah.
Untuk mengamankan komunikasi daaari penyadapan, Bluetooth mengandalkan algoritma SAFER+ untuk otentikasi dan pembuatan kunci. Sementara itu, enkripsi paket data dipercayakan pada teknologi E0 Stream Chipher.
Versi-versi pertama adalah Bluetooth 1.0 dan Bluetooth 1.0B. Perbaikan terus dilakukan dengan kelahiran Bluetooth 1.1. Versi ini antara lain mendukung unutk channel yang tidak dapat terenkripsi. Berikutnya tercipta Bluetooth 1.2 yang memiliki kecepatan transmisi lebih tinggi dan lebih tahan terhadap interferensi frekiuensi radio. Dan versi terbaru yang baanyak diadopsi gadget-gadget muthakhir pada saat ini adalah Bluetooth 2.0.
Spesifikasi Bluetooth
Bluetooth adalah teknologi yang memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel dan tidak memerlukan koneksi saluran yang terlihat. Teknologi ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap peralatan elektronik yang kita gunakan. Jika kita melihat sekeliling kita dimana keyboard dihubungkan pada komputer. Demikian juga halnya dengan printer, mouse, monitor dan lain sebagainya. Semua peralatan itu dihubungkan dengan menggunakan kabel. Akibatnya terjadi masalah banyak kabel yang dibutuhkan di kantor, rumah atau tempat-tempat lainnya. Masalah lain yang ditemui adalah bagaimana menelusuri kabel-kabel yang terpasang jika ada suatu kesalahan atau kerusakan. Bluetooth memperbaiki penggunaan teknologi kabel yang cenderung menyulitkan ini dengan cara menghubungkan beberapa peralatan tanpa menggunakan kabel.
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz) yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host to host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
Cara Kerja Bluetooth

Bluetooth sebenarnya hadir ditujukan untuk mengatasi beberapa kendala komunikasi data antarperanti elektronik yang lebih dahulu hadir. Yang paling utama memang untuk komunikasi antarperalatan elektronik tanpa kabel. Namun, Bluetooth juga digunakan untuk menjembatani komunikasi one by one menjadi one to many. Selain itu, bluetooth juga mengeliminasi campur tangan pengguna dalam mengonfigurasi koneksi. Jadi, koneksi antarperalatan elektronik via bluetooth terjadi secara otomatis.
Nah, kalau kita bicara soal komunikasi data, tentu ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, seberapa banyak jumlah data yang hendak dipertukarkan dalam sekali komunikasi. Kedua, bagaimana data yang dipertukarkan diintrepetasikan secara sama antara pengirim dan penerima dan data yang diterima adalah data yang benar-benar dikirim. Hal ini sering disebut sebagai protokol komunikasi.
Bluetooth bekerja menggunakan frekuensi radio. Beda dengan inframerah yang mendasarkan diri pada gelombang cahaya. Jaringan Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402 Giga Hertz sampai dengan 2.480 Giga Hertz. Dibangkitkan dengan daya listrik kecil sehingga membatasi daya jangkaunya hanya sampai 10 meter. Penetapan frekuensi ini telah distandardisasi secara internasional untuk peralatan elektronik yang dipakai untuk kepentingan industri, ilmiah, dan medis. Kecepatan transfer data Bluetooth rilis 1.0 adalah 1 mega bit per detik (Mbps), sedangkan versi 2.0 mampu menangani pertukaran data hingga 3 Mbps.
Kalau dalam satu waktu bisa terjadi koneksi antara 8 peralatan Bluetooth secara simultan, lalu bagaimana bisa peralatan Bluetooth tidak mengganggu satu sama lain? Hal itu disebabkan karena masing-masing peralatan tersebut membangkitkan sinyal sangat lemah melalui listrik berdaya 1 miliwatt yang akan mengacak penggunaan 79 frekuensi sebanyak 1600 kali dalam satu detik. Jadi, akan sangat kecil kemungkinan masing-masing alat menggunakan frekuensi yang sama dalam satu waktu.
Sepasang peralatan Bluetooth yang telah tersambung akan membentuk Personal Area Network, disebut juga piconet dan mengacak frekuensi. Akan terjadi transaksi dan percakapan antar peralatan secara otomatis apakah ada data yang hendak dipertukarkan dan pihak manakah yang akan mengontrol komunikasi.
Pernahkah membayangkan komunikasi yang harus berjalan secara bergantian seperti handy talkie? Kita bisa bicara dan mendengar, tetapi tidak keduanya dalam satu waktu. Cara kerja seperti ini sering disebut sebagai half-duplex. Bluetooth dirancang untuk dapat bekerja secara half-duplex maupun full-duplex. Sebagai contoh, ketika digunakan secara full-duplex, kebanyakan telepon tanpa kabel berteknologi Bluetooth mampu menangani pengiriman data lebih dari 64 Kbps. Sementara, ketika printer berteknologi Bluetooth mengadakan komunikasi dengan komputer secara half-duplex, mampu menangani pengiriman data sebesar 721 Kbps di satu titik dan 57,6 Kbps di titik yang lain. Jika diatur agar kedua titik menggunakan kecepatan transfer yang sama, maka kecepatan transfernya adalah 432,6 Kbps.
Kalau dikaitkan dengan masalah keamanan data, maka dapat dikatakan bahwa banyak hal yang perlu mendapat perhatian ekstra pada penggunaan Bluetooth. Hal ini menjadi bertambah krusial jika penggunaan Bluetooth berada dalam ruang publik yang sangat anonim seperti keramaian umum. Kita ingat bahwa koneksi antar peralatan Bluetooth tidak memerlukan campur tangan dari pengguna, melainkan terjadi secara otomatis. Begitu peralatan Bluetooth kita terdeteksi dan koneksi terbentuk, maka siapa saja dapat mengirimkan data ke peralatan Bluetooth kita.
Beberapa manufaktur peralatan mobile saat ini telah mulai menerapkan teknologi secure Bluetooth. Jika dipasang pada mode trusted devices, maka jika ada kiriman data, pengguna harus memutuskan untuk menerima atau menolak.
Pada teknologi yang lebih tinggi keamanannya, terdapat prosedur autorisasi dan autentifikasi untuk membatasi penggunaan Bluetooth pada layanan (service) tertentu saja, atau hanya mengijinkan pertukaran data dengan user yang telah terdaftar dan terpercaya.
Singkatnya user dipaksa untuk membuat keputusan perihal pertukaran data secara sadar. Ada baiknya juga kita selalu menyinkronkan Bluetooth dengan peralatan yang ada di rumah atau ruang kerja sehingga mengurangi risiko pembajakan di ruang publik yang anonim.

Robert Noyce - Pendiri Intel Corp

Biografi Robert Noyce Siapa yang tidak mengenal Perusahaan Intel, Ya, sebuah perusahaan pembuat Prosesor atau Microchip nomor satu di dunia. Perusahaan Intel didirikan oleh dua orang yaitu Robert Noyce dan Gordon Moore, namun penulis kali ini akan mengulas biografi salah satu pendiri Perusahaan Intel yaitu Robert NoyceRobert Noyce dilahirkan pada tanggal 12 December 1927 di Burlington, Iowa, Amrika Serikat. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dari ayah yang bernama Ralph Brewster Noyce yang berprofesi sebagai seorang Pendeta. Ayahnya adalah lulusan tahun 1915 dari Doane College, lulusan tahun 1920 dari Oberlin College, dan lulusan tahun 1923 dari Chicago Theological Seminary. Ia juga mendapatkan beasiswa Rhodes Scholarship. Ibunya, Harriet May Norton, lulusan tahun 1921 dari Oberlin College, adalah putri dari pendeta Milton J. Norton, pendeta jemaat, dan Louise Hill. Ia bermimpi menjadi misionaris sebelum pernikahannya.

Dia digambarkan sebagai wanita cerdas dengan kemauan tinggi. Robert Noyce mempunyai tiga saudara: Donald Sterling Noyce, Gaylord Brewster Noyce dan Ralph Harold Noyce. Robert Noyce besar di Grinnell, Iowa dan mengukuti kelas di sekolah lokal. Ia menunjukkan bakat dalam mathematika dan ilmu pengetahuan alam saat di sekolah menengah tingkat atas dan mengikuti kuliah fisika di Grinnell College saat masih disana. Ia lulus dari Grinnell High School pada 1945 dan masuk ke Grinnell College pada musim semi tahun tersebut. Ia juga perenang pada tim renang 1947 Midwest Conference Championship. Saat berada di Grinnell College, Noyce juga aktif menyanyi, bermain musik dan bermain drama. Ia lulus dari Phi Beta Kappa dengan BA untuk fisika dan mathematics dari Grinnell College pada 1949. Ia juga menerima penghargaan dari teman-teman sekelasnya, the Brown Derby Prize, yang diberikan kepada "the senior man who earned the best grades with the least amount of work".

Biografi Robert Noyce

Ia mendapatkan gelar doktornya dari Massachusetts Institute of Technology pada 1953. Setelah lulus dari Massachusetts Institute of Technology pada 1953, ia bekerja untuk pertama kalinya pada Philco Corporation sebagai insinyur peneliti di Philadelphia, Pennsylvania. Di Tahun yang sama, ia menikah dengan Elizabeth "Betty" Bottomley Ia dilahirkan pada 7 October 1930 di Auburn, Massachusetts, anak perempuan dari Frank Bottomley dan Helen McLaren. Ia meninggal pada 18 September 1996 di Bremen, Lincoln County, Maine. Ia adalah lulusan 1951 dari Tufts University. Ia pindah ke Maine pada 1976 setelah pernikahannya berakhir dan sebagai hasil dari persetujuan, ia mendapatkan setengah dari aset pasangan tersebut. Ia menjadi philanthropist awal di Maine dan kolektor seni. Mereka mempunyai empat orang anak. Dia meninggalkan perusahaan Philco Corporation pada 1956 untuk bekerja di Shockley Semiconductor Laboratory di Mountain View, California.

Ia bergabung dengan William Shockley di Shockley Semiconductor Laboratory, sebuah divisi dari Beckman Instruments, tetapi kemudian akan meninggalkan perusahaan tersebut dan diberi sebutan "delapan pengkhianat" pada 1957, karena tidak setuju dengan manajemennya, dan membentuk Fairchild Semiconductor. Menurut Sherman Fairchild, presentasi Robert Noyce yang penuh semangat adalah alasan perusahaan Fairchild setuju untuk membentuk divisi semikonduktor. Pada Juli 1968, Robert Noyce mendirikan perusahaan Intel Corp bersama Gordon E. Moore, yang juga pernah menjadi pendiri Fairchild Semiconductor dan anggota staf laboratorium Shockley. Robert Noyce menjabat sebagai presiden dari Intel sampai 1975 dan ketua dewan 1975-1979.

Intel yang didirikan sebagai sebuah perusahaan pada tanggal 18 Juli 1968, dengan nama NM Electronics (NM adalah singkatan untuk “Noyce” dan “Moore”). Rock menjadi Pimpinan Dewan Direksi, Noyce menjabat sebagai presiden direktur dan CEO, dan Moore sebagai wakil presiden direktur eksekutif. Mereka mendirikan bengkel di Mountain View, California, hanya di ujung jalan dari Fairchild Semiconductor, dan Universitas Stanford. Setelah merekrut kira-kira setengah lusin karyawan dari Fairchild, termasuk Andrew Grove, mereka mulai mengisi satu sudut kecil tetapi akhirnya menciptakan sebuah industri baru. “Bisnis memori semikonduktor tidak ada,” kata Noyce. “Itu adalah kunci menuju kelestarian hidup sebuah perusahaan yang masih muda. Kita berusaha memasuki bisnis yang kurang penduduknya atau tidak berpenduduk sama sekali.”

Walaupun produk pertama merupakan keberhasilan besar, para manajer 
Intel menyadari bahwa perusahaan masih jauh dari merealisasi tujuannya mencapai pemasukan tahunan sebesar $25 juta. “Banyak hal mungkin dicapai secara teknologis, tetapi hanya produk yang mampu meraih keberhasilan ekonomi saja yang akan menjadi realita,” kata Noyce. Sejak awal, pemabrikan chip silicon sangat rumit. Pada awal tahun tujuh puluhan pabrik akan mengurangi satu rancangan melalui fotografi, dan kemudian mencetaknya pada sekeping kecil silicon. Proses ini diulangi berkali-kali untuk mengepak ribuan transistor pada sekeping chip. Produksi chip sangat mahal, dan terobosan teknologi akan lesu kalau Intel tidak merancang cara, pada setiap tahap, untuk memproduksi chip pada laju kecepatan yang mampu dicapai. 

Tahun-tahun awal Intel hanya merupakan pendahuluan menuju terobosan yang akan meluncurkan pertumbuhan perusahaan dan penyebaran komputer pribadi-pada tahun 1970-an. Ciptaannya adalah mikroprosesor, yang disebut Gorden Moore “salah satu produk paling revolusioner dalam sejarah umat manusia.” Penemuan ini bukan peristiwa yang diperhitungkan, tetapi hanya satu langkah yang logis dalam upaya Intel yang terus-menerus untuk membuat chipnya lebih cerdik dan mengurangi ukuran alat yang memberikan kekuatan kepada kemampuan fungsi komputer.

Pada tahun 1969 sebuah perusahaan Jepang meminta kepada Intel agar memproduksi rangkaian chip yang akan memungkinkan kalkulator genggam bisa melakukan hitungan rumit yang hanya bisa dilakukan oleh mesin hitung atau komputer yang lebih besar. Bukannya memasang bebarapa chip berdampingan, insinyur Intel Ted Hoff kebetulan mendapatkan gagasan menggunakan empat chip yang saling berhubungan, dengan satu chip yang kuat di tengah-tengahnya. Dalam proses ini, Hoff merancang satu metode untuk menempatkan seluruh “cental processing unit” (CPU) pada satu chip tunggal. Dan satu chip tunggal ini satu pemecahan yang tidak terduga-duga untuk memenuhi permintaan dari seorang pelanggan menjadi mikroprosesor Intel 4004.

Robert Noyce dan Intel

Tahun-tahun awal Intel hanya merupakan pendahuluan menuju terobosan yang akan meluncurkan pertumbuhan perusahaan dan penyebaran komputer pribadi-pada tahun 1970-an. Ciptaannya adalah mikroprosesor, yang disebut Gorden Moore “salah satu produk paling revolusioner dalam sejarah umat manusia.” Penemuan ini bukan peristiwa yang diperhitungkan, tetapi hanya satu langkah yang logis dalam upaya Intel yang terus-menerus untuk membuat chipnya lebih cerdik dan mengurangi ukuran alat yang memberikan kekuatan kepada kemampuan fungsi komputer. Pada tahun 1969 sebuah perusahaan Jepang meminta kepada Intel agar memproduksi rangkaian chip yang akan memungkinkan kalkulator genggam bisa melakukan hitungan rumit yang hanya bisa dilakukan oleh mesin hitung atau komputer yang lebih besar. Bukannya memasang bebarapa chip berdampingan, insinyur Intel Ted Hoff kebetulan mendapatkan gagasan menggunakan empat chip yang saling berhubungan, dengan satu chip yang kuat di tengah-tengahnya. Dalam proses ini, Hoff merancang satu metode untuk menempatkan seluruh “cental processing unit” (CPU) pada satu chip tunggal. Dan satu chip tunggal ini satu pemecahan yang tidak terduga-duga untuk memenuhi permintaan dari seorang pelanggan menjadi mikroprosesor Intel 4004.

Prosesor Intel Core i7

Pada 27 November 27 1974, Robert Noyce menikah dengan Ann Schmeltz Bowers. Bowers adalah lulusan 1959 dari Cornell University, dan juga mendapatkan gelar Ph.D. dari University of Santa Clara. Ia adalah Director of Personnel pertama di Intel Corporation dan Vice President of Human Resources pertama di Apple Inc. Saat ini ia menjabat sebagai Chair of the Board and the founding trustee di Noyce Foundation. Menurut biografi IEEE nya, Robert Noyce memegang 16 paten Robert Noyce, yaitu pada metode semikonduktor, perangkat dan struktur, termasuk aplikasi dari photoengraving untuk semikonduktor, dan menyebar-persimpangan isolasi untuk IC. Dia juga memegang paten dasar yang berhubungan dengan skema interkoneksi logam. Noyce mendapatkan serangan jantung di rumahnya pada 3 June 1990, dan kemudian wafat di Seton Medical Center di Austin, Texas.

Berkenalan Dengan Penemu Twitter : Jack Dorsey

Siapa yang tak mengenal Twitter? Situs microblogging yang penggunanya hampir menembus 100 juta orang! Situs dengan logo burung mungil berwarna biru ini merupakan pesaing ketat Facebook besutan Mark Zuckerberg yang lebih dahulu dirilis dan meraih popularitas di seluruh dunia. Twitter menawarkan tampilan yang jauh lebih segar bagi sebagian orang. Twitter juga dianggap jauh lebih mudah ketimbang Facebook. Maka itu, tidak heran jika banyak tokoh terkenal yang menyukai Twitter ketimbang situs jejaring sosial lainnya. Boleh jadi Anda juga pengguna Twitter yang suka berkicau dan menambah jumlah tweets setiap harinya. Jika iya, tahukah Anda siapa tokoh di balik Twitter? Kabarnya, sama seperti facebook, penemu Twitter juga seorang pribadi muda yang digilai banyak wanita. Siapa dia? Jack Dorsey jawabannya.
Niklas Zennstrom

Niklas Zennstrom



Logo Skype
Niklas Zennstrom
Kebanyakan dari kita komunikasi lisan, video, maupun tulis menggunakan skype. Namun banyak juga yang mengetahui penemu dan sejarah-nya. Niklas Zennstrom (lahir 16 Ferbruari 1966) adalah seorang programer dan founder aplikasi Kazaa dan Skype, bersama Janus Friis. Zennstrom memiliki gelar ganda dalam bidang Administrasi Bisnis (B.Sc) dan Teknik Fisika  (M.Sc) dari Universitas Uppsala di Swedia. Ia kemudian melanjutkan pasca-sarjananya di Universitas Michigan, Ann Arbor, Amerika Serikat. Ide untuk melahirkan Skype itu sebenarnya sudah dirintisnya sejak 1991 saat gelombang internet datang. Zennstrom dan Friis sudanh menjajal telepon internet atau VOIP(Voice Over Internat Protocol). Namun saat itu, kualitas suaranya masih sangat buruk. Mereka berduapun terinspirasi oleh Napster, jaringa yag menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia lewat  internet untuk berbagi lagu. Mereka meluncurkan teknologi serupa, yang lazim disebut peer to peer. Aplikasi yang bernama kazaa itu amat populer diranah internet saat itu , sekitar 350-jt orang men-download-nya. Dengan aplikasi ini, orang bisa men-download atau bertukar lagu Namun, hal ini ilegal karena melanggar undang-undang hak cipta. Teknologi itu membuat gerah lima raksasa industri rekaman dunia, seperti Sony, EMI, dan BMG. Mereka berniat menyaret Zeenstroom ke meja hijau karena pelangaran hak cipta. 
Itulah sebabnya akhirnya Zeenstrom banting stir untuk mengubah aplikasi kazaa Tsb. Teknologi penghubung komputer se dunia via internet / peer to peer, sa sulap menjadi penghubung telepon dan terciptalah Skype .
Sang Penemu BARCODE

Sang Penemu BARCODE

Norman Joseph Woodland
Norman Joseph Woodland dan BARCODE
Kita sering melihat barcode tetapi kebanyakan tidak tahu tentang penemunya . Nah disini saya akan membagikan pengetahuan  tentang penemu barcode .

Norman Joseph Woodland (lahir 6 Sebtember 1921) paling dikenal sebagai salah satu penemu barcode. Oleh sebab itu, beliau mendapat julukan sebagai "The Father of the Supermarket Scanning System"

Setelah lulus dari Atlantic City High School, Woodland melanjutkan pendidikan untuk mendapat gelar Bachelor of Science di bidang Teknik mesin (BSME) dari Drexel University tahun 1947. selama dinas militer di parang dunia II, Woodland bekerja sebagai asisten teknik dengan Proyek Manhattan di Oak Ridge, Tennessee . Dari 1948-1949 Woodland bekerja sebagai dosen Teknik Mesin di Drexel.

Barcode ditemukan oleh Woodland bersama temanya Benhard Silver. Awalnya Woodland mecetak kode barang menggunakan tinta khusus yang berpendar di bawah sinar ulraviolet. Namun ,  ada masalah, yakni tinta-nya terlalu mahal . Meski demikian, ia tidak putus asa dan tetap melanjutkan proyek-nya itu. Sampai akhir-nya pada  7 Oktober 1952, Norman Joseph Woodland dan Benhhard Silver mendapat pengakuan hak paten atas penemuan-nya itu. Barcode mulai banyak digunakan pada tahun 1966.

Sampai saat ini ,barcode  telah benyak diterima dan digunakan dalm transaksi perniagaan. Guna menata dan mengatur barcode agar oprimal, penggunanya diatur secara internasional oleh International Article Numbering Association (EAN). Dalam pengkodean  Barcode terdapat 13 digit. Digit-digit tersebut terdiri dari kode negara, kode perusahaan, kode produk, dan cek digit.

Douglas Englebart Sang Penemu Mouse

Kita sering menggunakan mouse, untuk mengoperasikan komputer. Tetapi mungkin kebanyakan dari kita belum tahu siapa orang yang telah menemukannya. 

Douglas Englebart dan prototipe Mouse-nya
Komputer zaman sekarang tentunya menggunakan mouse. Tanpa mouse, anda mungkin kesulitan saat bekerja dengan komputer. Douglas Englebart adalah penemu mouse yanglasg terpasang pada komputer anda. Douglas C. Englebart lahir di Portland, Oregon, 30 Januari 1925. Beliau menyelesaikan studi S1 di bidang teknik elektro di Oregon State University pada tahun 1948, ptahun 19953 dan UC Berkeley pada 1953, dan Ph.D. dari UC Berkeley pada tahun 1955. Pada saat itu, sudah terdapat beberapa jenis alat yang dapat menggerak-gerakkan petunjuk di layar, seperti lampu pena (pen light) dan juga joystick. Namun, Englebart tidak puas dengan alat-alat. Dia mencoba untuk memetakkan karakateristik-karakteristik dari alat penunjuk yang telah ada.

Dalam proyek itu, dipertimbangkan alat yang dapat mempermudah interaksi manusia dengan komputer melalui alat yang dapat mengerak-gerakkan penunjuk di sepanjang layar. Dengan alat ini diharapakan interaksi antara manusia dan komputer menjadi lebih alamiah sehingga komputer digunakan secara optimal untuk memecahkan masalah manusia.

Douglas tidak mengingat siapa yang memberi nama mouse pada alat ciptannya itu. yang jelas, alat dengan kabel yang memanjang dari belakang itu memang mirip tikus dan setiap orang di laboratorium tempat Douglas bekerja memanggil alat tersebut mouse.

Bob Taylor : Penemu Internet

Bob Taylor dan Arpanet-nya
Selama ini kita sering menggunakan "Internet" untuk browsing. Tetapi banyak dari kita yang tidak tahu penemu-nya. Kita hanya mengetahui sejarahnya saja.

 Robert William Taylor--lahir 1932-- yang dikenal sebagai Bob Taylor adalah salah satu penemu internet. Beliau memimpin sebuah tim yang membuat kontribusi besar untuk komputer pribadi, teknologi jaringan komputer, dan teknologi yang terkait lainya. Dia adalah direktur ARPA's Information Processing Techniques dari tahun 1965 melalui 1969 dan pendiri dari Xerox PARC's Computer Science Laboratory. Pada tahun 1957, Dephan AS membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran nuklir Uni Sovyet. ARPA bertugas menigkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer, kemudian pada tahun 60-an, Leci C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas.

Pada tahun 1966, Bob menerima dana bantuan dari beberapa universitas yang ada di AS untuk melakukan percobaan membuat jaringan yang menghubungkan komputer-komputer dari sejumlah universitas yang memberi dana dalam percobaan ini. Tiga tahun kemudian, percobaan ini berhasil. Komputer-komputer di universitas pemberi dana pun dapat saling terhubung. Jaringan ini dinamakan ARPANET. Jaringan ARPANET inilah yang dikatakan sebagai cikal bakal lahirnya Internet.